Universitas Ibnu Chaldun

Sejarah Universitas Ibnu Chaldun

SEJARAH UNIVERSITAS IBNU CHALDUN JAKARTA


YAYASAN PEMBINA PENDIDIKAN IBNU CHALDUN JAKARTA

Pada awal tahun 1951, Parada Harahap, wartawan senior, mendirikan Akademi Wartawan di Jakarta, namun sempat terpaksa ditutup, kemudian didirikan kembali pada tanggal 3 Januari 1956. Karena tetap mengalami kesulitan, maka dalam rapat tanggal 4 Februari 1956, diputuskan untuk mengubah nama Akademi Wartawan menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kewartawanan dan Politik disingkat PTIKP dan membentuk badan pengurus baru dengan nama Jajasan Ibnu Chaldun yang diamanatkan untuk dikukuhkan melalui sebuah akte notaris.

Pada tanggal 26 April 1956 Jajasan Ibnu Chaldun secara resmi didirikan berdasar Akta Notaris Raden Meester Soewandi nomor 74 tanggal 26 April 1956 yang dimuat dalam Berita Negara R.I. tanggal 31 Juli 1956 Nomor 61 yang isinya antara lain menyatakan bahwa yayasan tersebut mengelola PTIKP dan bahwa Dewan Para Pembentuk dengan status Pendiri Yayasan terdiri dari H. Zainal Abidin Ahmad, H. Ali Akbar dan Ali Imran Kadir.

Setelah wafatnya Parada Harahap pada tanggal 11 Mei 1959, diadakan penyederhanaan pada susunan pengurus Jajasan Ibnu Chaldun dan kesepakatan untuk mengganti PTIKP menjadi Universitas Ibnu Chaldun yang secara resmi didirikan pada tanggal 10 Desember 1959. Meskipun Universitas Ibnu Chaldun terus berkembang, namun hingga tahun 1966, tidak memiliki kampus, sehingga perkuliahan dilakukan menumpang di berbagai tempat.

Pada bulan Januari 1965, terjadi perubahan susunan pengurus Jajasan Ibnu Chaldun antara lain dengan masuknya Drs. Sjarif Usman sebagai pemegang keuangan. Dalam tahun 1966, akibat dari terjadinya peristiwa G30S/PKI, Universitas Ibnu Chaldun mendapatkan gedung di Jalan Senen Raya Nomor 45 – 47. “Universitas Ibnu Chaldun dalam perkembangannya selama dua puluh delapan tahun” hal. Melalui Akta Notaris Adlan Yulizar Nomor 2 tanggal 3 Oktober 1966, penghadap yang bernama Darussamin Abdussanan, BA yang menyatakan diri sebagai Sekretaris Umum Jajasan Ibnu Chaldun,  maka Drs. Sjarif Usman dinyatakan sebagai anggota Dewan Para Pembentuk, sekaligus sebagai Ketua Umum Jajasan Ibnu Chaldun.

Dalam Akta Notaris Adlan Yulizar Nomor 2 tanggal 3 Oktober 1966 disebutkan pengakuan tentang keberadaan Jajasan Ibnu Chaldun yang didirikan berdasarkan Akta Notaris Raden Meester Soewandi nomor 74 tanggal 26 April 1956 yang dimuat dalam Berita Negara R.I. tanggal 31 Juli 1956 Nomor 61, namun tidak disebutkan alasan mengapa bukan salah seorang anggota Dewan Para Pembentuk yang menghadap, tetapi Darussamin Abdussanan, BA yang sama sekali tidak disebut dalam Akta Notaris Raden Meester Soewandi nomor 74 tanggal 26 April 1956 yang dimuat dalam Berita Negara R.I. tanggal 31 Juli 1956 Nomor 61, maupun dalam kepengurusan sesudah itu.

Tindakan Drs. Sjarif Usman tersebut memicu kemelut dalam tubuh Universitas Ibnu Chaldun, antara lain karena pembentukan Presidium Universitas yang berakhir dengan diangkatnya Prof. Dr. Bahder Djohan sebagai Ketua Presidium Universitas Ibnu Chaldun, hingga kemudian ditetapkan sebagai Rektor Universitas Ibnu Chaldun pada tanggal 27 Juli 1971.

Pada tanggal 27 Februari 1971, H. Zainal Abidin Ahmad bersama dengan Dr. H. Ali Akbar mengeluarkan pernyataan yang menyanggah adanya rapat luar biasa Dewan Para Pembentuk Jajasan Ibnu Chaldun yang dijadikan dasar pembuatan Akta Notaris Adlan Yulizar Nomor 2 tanggal 3 Oktober 1966.

Sampai dengan tahun 1977, dari kedua pihak yang mengaku menaungi Universitas Ibnu Chaldun, baik versi Akta Notaris Raden Meester Soewandi nomor 74 tanggal 26 April 1956 maupun versi Akta Notaris Adlan Yulizar Nomor 2 tanggal 3 Oktober 1966, tidak satupun yang aktif, sehingga Universitas Ibnu Chaldun praktis berjalan sendiri, sampai adanya teguran dari Koordinatorat Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II tentang keharusan sebuah universitas memiliki badan hukum yang aktif yang memayungi universitas tersebut.

Karena upaya pengaktifan kembali Jajasan Ibnu Chaldun tidak memungkinkan lagi, sementara demi kelangsungan Universitas Ibnu Chaldun diperlukan adanya sebuah yayasan yang aktif, dan tidak dicantumkannya Universitas Ibnu Chaldun baik dalam Akta Notaris Raden Meester Soewandi nomor 74 tanggal 26 April 1956 maupun dalam Akta Notaris Adlan Yulizar Nomor 2 tanggal 3 Oktober 1966, maka dibuatlah Akta Notaris H.Z. Simon, SH., Nomor 60 tanggal 19 April 1977 tentang pendirian Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun, di hadapan Notaris Makmur Fattah selaku notaris pengganti dengan mencantumkan bahwa yayasan yang didirikan oleh Prof. Dr. Bahder Djohan, Drs. H.M. Zidni Nuri dan Drs. H. Amura tersebut, mengelola Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Drs. H.M. Zidni Nuri selaku Ketua Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun mengirimkan surat kepada Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta untuk meminta pendapat tentang keberadaan Yayasan yang baru dibentuk.

"Prof. Dr. Bahder Djohan selaku Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 04/5/SK/UIC/’77 menyatakan bahwa Universitas Ibnu Chaldun tidak mempunyai ikatan apapun lagi dengan Yayasan Ibnu Chaldun dan mengakui Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun sebagai satu-satunya induk Universitas Ibnu Chaldun."

Drs. Sjarif Usman, melalui Haji Salim Yacoub selaku kuasanya membuat Akta Notaris H.Z. Simon, SH., Nomor 55 tanggal 15 Juni 1977, yang isinya antara lain pemberhentian H. Zainal Abidin Ahmad dan H. Ali Akbar sebagai anggota Dewan Pendiri Yayasan Ibnu Chaldun, kemudian membentuk dan mengangkat pengurus baru, namun sama sekali tidak mencantumkan keberadaan Universitas Ibnu Chaldun.

Pada tanggal 20 Juni dan 24 Agustus 1977, Drs. Sjarif Usman mengirimkan surat kepada Kopertis Wilayah II tentang Yayasan Ibnu Chaldun dan kaitannya dengan Universitas Ibnu Chaldun, dan dibalas oleh Kopertis Wilayah II pada tanggal 27 September 1977 dengan menyatakan keberadaan Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun sebagai penyelenggara Universitas Ibnu Chaldun.

Pada tanggal 3 Juli 1980, Dewan Pendiri Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun mengadakan rapat sehubungan dengan habisnya masa kerja kepengurusan Yayasan yang dicantumkan dalam Akta Notaris H.Z. Simon, SH., Nomor 60 tanggal 19 April 1977, dan mengangkat pengurus baru untuk periode 1980 – 1983 yang dicantumkan dalam Akta Notaris H.Z. Simon, SH., Nomor 53 tanggal 9 Juli 1980.  Sejak saat itu, telah beberapa kali terjadi pergantian kepengurusan baik karena habisnya masa kerja maupun karena salah seorang anggotanya meninggal dunia, antara lain melalui Akta Notaris H.Z. Simon, SH., Nomor 82 tanggal 15 Februari 1984.  Jabatan Ketua Umum Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun pernah dipegang antara lain oleh May.Jend. TNI (Purn) Muchlas Rowi dan Let.Jend. TNI (Purn) Tjokropranolo.

Setelah terbentuknya Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun, Universitas Ibnu Chaldun Jakarta terus berkembang, antara lain membangun kampus di atas tanah di Jalan Pemuda Kavling nomor 97, Rawamangun, Jakarta Timur.

Periode Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (Y.P.P.I.C) Jakarta

Dari ide dan rencana tersebut diatas maka para Dewan Pendiri Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun Jakarta mengadakan rapat pada tanggal 8 Februari 1999 (terlampir fotocopi minuta akta no 2, tahun 1999, akte notaris Soekardiman, SH), dan dilakukanlah penyesuaian nama Yayasan dari yang semula bernama Yayasan Pembina Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menjadi Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta yang berazaskan Islam, dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

Membantu Pemerintah RI Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Membantu Pemerintah RI untuk membangun dan mengembangkan IPTEK dan Imtak yang seluas-luasnya guna meningkatkan Iman dan amal saleh secara vertikal dan horizontal bagi kehidupan bangsa dan negara RI, dan membantu Pemerintah RI untuk membangun pendidikan mulai dari pra sekolah sampai dengan pendidikan tinggi.

Kemudian pada tanggal pada tanggal 5 Maret 1999, maka dikukuhkanlah nama Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta, melalui salinan akte perubahan  No. 2, tanggal 5 maret 1999, akte notaris Soekardiman, SH, dengan ketua umumnya adalah Prof. H. Amura sekaligus pada waktu itu dikukuhkan penambahan dewan pendiri sebanyak dua orang yaitu : Prof. Muchsin Soleiman, SH dan Drs. H.M. Thaher Djamil  atas permintaan para dewan pendiri pada waktu itu (Prof. Drs. H.Amura dan Prof. Drs. H. Zidni Nuri).

Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta telah menjalani tugasnya hingga sekarang dan terus berkembang membina Universias Ibnu Chaldun Jakarta dan dalam perkembangannya sempat mengalami beberapa pergantian pengurus, yang dikarenakan pengunduran diri  maupun wafatnya para anggota pengurus  dan para dewan pendiri.

Kemudian pada tahun 2001 disebabkan karena adanya perubahan undang-undang mengenai Yayasan (Undang-Undang No. 16, Tahun 2001), maka Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta juga mengadakan penyesuaian dengan undang undang tersebut antara lain melakukan penyesuaian Dewan Pengurus dan merubah istilah Dewan Pendiri menjadi Dewan Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta.

Hal ini kemudian diperkuat dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 28, Tahun 2004, sehingga sampai dengan sekarang yang tetap menjadi Dewan Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta tinggal 3 Orang yaitu : (1). Prof. Muchsin Soleiman, SH, (2). Drs. Muhammad Thaher Djamil, (3). Drs. Abdul Anshari Ritonga.

Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta di bawah  ketiga orang Dewan Pembina tersebut diatas terus melakukan aktifitasnya, membina Universitas Ibnu Chaldun Jakarta dalam keadaan pasang surut dengan mengangkat Prof. H.T. Zulfatli Ali, S.H. sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus dengan SK Nomor. 13/DP-YPPIC/V/2006, Kemudian ditengah perjalanannya beliau wafat dan dilanjutkan oleh M. Iqbal Salim sebagai Ketua Umum dengan SK. No.19/DP-YPPIC/II/2008, selanjutnya pada bulan Oktober 2009 Dewan Pembina YPPIC sesuai dengan kewenangannya memutuskan untuk kembali mengadakan penyesuaian dan perubahan Dewan Pengurus, sebagai berikut :

[table id=5 /pengurus]

Para pengurus tersebut diatas kemudian dikukuhkan dengan Akte Notaris Widodo Budidarmo, SH, Mkn, No. 1, Tanggal 2 Nopember 2009 (Terlampir).

Para pengurus tersebut diatas terus melakukan kegiatan Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun Jakarta hingga saat ini dan membawa dampak yang sangat baik dan kemajuan yang signifikan kepada lembaga-lembaga pendidikan yang berada dibawah binaan yayasan (Universitas Ibnu Chaldun Jakarta), hingga ada harapan bahwa Lembaga-lembaga pendidikan yang berada dibawah binaan kepengurusan para pengurus yayasan tersebut diatas dengan program-programnya yang sedang berjalan dapat lebih memajukan kampus milik YPPIC di masa yang akan datang.

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus