Universitas Ibnu Chaldun

Refleksi Hari Ibu

Setiap Hari Ada 1000 Perempuan Meninggal

Setiap hari sekitar 1000 perempuan hamil meninggal karena melahirkan dan komplikasi resiko kehamilan lainnya. Indonesia sendiri menyumbang angka kematian akibat kedua hal di atas cukup tinggi.

Pernyataan yang dilansir kelompok kemanusiaan, Medecins Sans Frontieres (MSF) ini cukup mencengangkan. Terlebih peran serta perempuan sangat fital bagi dinamika kehidupan.  Bahkan setelah mencantumkan angka 1000 kematian, berikutnya MSF melansir setiap detik, ada 15 persen kehamilan berisiko timbulkan penyakit komplikasi.

Kelompok yang beranggotakan dokter-dokter dari seluruh dunia itu, memperkirakan 40 persen wanita hamil akan mengalami komplikasi sepanjang kehamilannya. Setelah ini bisa ditebak, ancaman kematian sang ibu menjadi besar, sehingga diperlukan perawatan khusus pada ibu hamil dan jabang bayi secara rutin.

Menurut catatan pendiri Super Family Consulting, Ustadz Nurul Huda (UNH), di Indonesia-setiap 100 ribu kelahiran, 228 ibu hamil meninggal saat melahirkan, belum lagi yang memang sudah taqdir wafat karena sebab lain.

“Kematian, memang soal taqdir, tapi kematian karena melahirkan adalah tragedi dalam Rumah Tangga. Setidaknya, tingginya angka kematian Ibu karena 5 faktor ‘terlalu’,” kata UNH.

Apa saja faktor 5 ‘terlalu’ itu? 1. Terlalu muda hamil dan melahirkan 2. Terlalu sering hamil dan melahirkan 3. Terlalu tua hamil dan melahirkan 4. Terlalu rapat jarak kehamilan dan 5. Terlalu minim ilmunya tentang kesehatan reproduksi

Pro Kontra Tentang Hari Ibu

Perdebatan tentang hari ibu, yang konon mengikuti seremonial ‘orang lain’ terlalu klise untuk diperdebatkan.

“Sesungguhnya setiap hari adalah hari ibu, itu sudah menjadi semacam spirit berbakti. Jadi jangan karena ada masalah dengannya, maka katakan tak perlu merayakan hari ibu, apalagi ‘mengatasnamakan agama’ dengan dalil-dalilnya. Sayangilah ibu tanpa tapi,” papar UNH serius.

Tentang perayaan Hari Ibu yang dirayakan setiap 22 Desember,  menurut UNH dapat dianggap mewakili bagaimana kita anaknya yang sering menyusahkan dan tidak akan pernah dapat membalas jasa ibu sejak dari kandungan hingga sekarang, untuk menyenangkan ibu.

“Manusia itu makhluk monumental, diingetin aja sering lupa, apalagi nggak diingetin. Tolong fahami spiritnya!” Tutup pendiri Pesatren Motivasi Indonesia itu.


Teks dan Foto: Awan

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus