Universitas Ibnu Chaldun

Pemuda! Dimana Posisimu?

Antara Orang Pintar dan Orang Bodoh

Untuk yang Satu Ini, Pintar itu Pilihan Bodoh itu Beruntung

Ada pepatah bilang, pintar di sekolah nggak menjamin bakal pintar di lapangan. Namanya juga pepatah, bisa betul bisa nggak. Hanya saja pepatah itu semakin dikuatkan dengan banyaknya “murid-murid” pintar yang justru kurang beruntung ketika bertarung di lapangan.

Apa sebab? Keberuntungan itu milik orang-orang berani. Iya, berani salah, berani berbuat dan berani melakukan apa yang diimpikannya tanpa terbayangi rasa takut yang berlebihan. Learning by doing! Nggak ada yang instant. Bisa jadi pola inilah yang kurang dimiliki si pintar disamping lainnya yaitu, faktor keberuntungan.

Sebaliknya bagi “murid-murid” yang masuk dalam kategori biasa-biasa saja, banyak melahirkan contoh profil sukses di bidangnya masing-masing. Baginya, lumrah melakukan kesalahan, toh dia terlahir memang sudah sebegitu ‘kebisaannya’. “Salah ya wajar, lha wong saya nggak pinter kok.”

Mengenai pengertian orang pintar dan orang bodoh di lapangan, sedikit ruwet menjabarkan satu persatu. Ini kasus di lapangan lho, yang standarnya meliputi konsep, aksi, proses dan hasil. Kalau di dunia pendidikan, jelas, hasil yang dilihat bukan prosesnya.

Misalnya, si A rangking 1, berarti dia anak pintar. Nggak peduli dia dapat hasil dari proses apa, yang penting kalau hasilnya demikian, berarti dia punya kemampuan di atas rata-rata temannya.

Sedangkan di lapangan, teman saya mendefinisikan orang pintar -orang bodoh, lebih kepada prosesnya, dengan sedikit bumbu “keberuntungan”. Ini sudut pandang beliau lho, mungkin bagi Anda salah, bahkan kaprah, yo wis ndak papa.


"ORANG BODOH & ORANG PINTAR"

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis
Agar bisnis berhasil, ia merekrut orang pintar
Walhasil, banyak bos-bos orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka rekrut orang pintar untuk  memperbaiki yang salah. Walhasil, orang bodoh memerintah orang pintar untuk keperluan usahanya.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah setelah itu mencari kerja
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang,  untuk membayar orang-orang pintar.

Orang bodoh berpikir cepat dan pendek untuk memutuskan sesuatu. Padahal bagi si pintar, hal itu perlu pendalaman secara seksama dengan perhitungan yang matang, harus inilah- itulah... Walhasil orang pintar hanya menjadi staf orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang pintar yang bekerja Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya. Minimal menghabiskan waktu di rumah untuk menonton TV dengan keluarga kecilnya.

Mata orang bodoh selalu mencari-cari apa yang bisa dijadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan-lowongan pekerjaan yang lebih  dan lebih baik lagi.

Bill Gates, Dell, Henry Ford, Mas Agung (Gunung Agung)  dan banyak pengusaha-pengusaha lain, tidak pernah jadi sarjana. Tapi jadi pengusaha-pengusaha yang mampu memperkerjakan orang-orang pintar dan menghidupi keluarga mereka.

Pertanyaannya?
Lebih baik jadi orang pintar atau orang bodoh ?
Pinteran mana, orang pintar atau orang bodoh ?
Mana yang lebih susah, orang pintar atau orang bodoh ?.

Kesimpulan
Jangan lama-lama jadi orang pintar!
Mari menyegerakan jadi orang bodoh yang pintar dan menghindar jadi orang pintar yang bodoh.

Kata kuncinya adalah: "Resiko" dan "Berusaha".

Orang bodoh berpikir pendek, maka dia bilang resikonya kecil. Dia akan berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Orang pintar berpikir panjang, maka dia bilang resikonya besar. Dia tidak berusaha mengambil resiko tersebut dan mengabdi pada orang bodoh..

Hidup itu Pilihan!

Teks: Awan Setia Budi Foto: Ist

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus