Universitas Ibnu Chaldun

Kyai Ndas dan Mat Sikil - 1

Berita Tuan Syekh Sakit



Tuan syekh adalah sosok ulama kenamaan dan pimpinan sebuah majelis perhimpunan ulama yang setiap bulan mendapat gaji dari pemerintah. Selain gaji yang lumayan dahsyat, Tuan syekh juga mendapat fasilitas komplit layaknya pejabat tinggi seperti rumah, mobil, biaya bensin, listrik, telepon, air pam sampai belanja bulanan. Itu belum termasuk dana keluar kota dan meeting-meeting lain.

Kalau Tuan Syekh ada hajat, dari sunatan hingga nikahan, bahkan sampai suatu ketika beliau sakit, bisa ditebak yang datang menjenguk sudah pasti para pejabat dan pengusaha yang parlente, dengan mobil-mobil kelas kakap dan terbaru. Minimal Pajero Sport atau Fortuner. Daihatsu Xenia atau Avanza ada juga sih.

Tuan Syekh pernah berkata kepada muridnya: "Berkahnya jadi U’lama, sakit aja dapet amplop segini banyaknya." Hemmm...

Mat Sikil udah dengar berita sakitnya Tuan Syekh. Maka, meskipun ia banyak tidak sependapat dengan gaya hidup Tuan Syekh yang mewah, ia tetap merasa wajib menjenguknya. Lantas ia mengajak Kyai Ndas menjenguk Tuan Syekh.

Sulit mengartikan percakapan dua U’lama besar yang saling besua. Istilah satu guru satu ilmu jangan saling mendahului, nggak berlaku di sini. Kyai Ndas tetap dengan gaya biasanya, ceplas-ceplos namun santun.

Setelah basa-basi, tiba-tiba Tuan Syekh meminta Kyai Ndas untuk mengajarinya berwudu. Ini semacam ngetes atau apalah, namun Kyai Ndas tetap menjalankan perintah seniornya itu. Sejurus kemudian Kyai Ndas berwudhu dengan 4 x basuhan pada setiap anggota wudhu. "Stop..stop! Kamu ini wudhu apa pemborosan air? Rasulullah mengajarkan kita berwudhu hanya 3 x basuhan!" Tuan syekh memarahi Kyai Ndas.

Kyai Ndas kalem menyahut. "Tuan Syekh, saya hanya melebihkan satu kali basuhan, lalu kau marah sedemikian besar. Sementara engkau hidup di rumah yang mewah, mobil mahal, kamar bak istana, taman yang sangat luas, bajumu dari bahan yang mahal, jam tanganmu paling keren, parfummu import. Sedangkan warga di sini banyak yang miskin, mengemis untuk sesuap nasi. Bagaimana kau menjawab kemarahan Rosulullah kepadamu?"

Tuan Syekh, termangu atas jawaban Kyai Ndas. Belum juga sadar, Kyai Ndas mengajak Mat Sikil pulang membiarkan Tuan Syekh yang bengong.

Konon, setelah kunjungan Kyai Ndas, sakit Tuan Syekh semakin parah dan sebulan kemudian tersiar berita, Tuan Syekh wafat.

Teks: Ust. Enha/Awan Foto: Ist

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus