Universitas Ibnu Chaldun

Jangan Kuliah Di UIC Kalau Cuma Main-Main

Inspirasi bisa datang dari siapa saja, tidak terkecuali datang dari alumni kampus hijau-Universitas Ibnu Chaldun (UIC)-Jakarta. Adalah Dahlia Umar, alumni UIC Jakarta tahun 2000 yang kini menjabat sebagai Sekretaris KPU DKI Jakarta, membagi cerita Imposible UIC menjadi posible UIC.

Unik, jujur dan orisinil membuat editor mempertahankan gaya bahasanya semata-mata menjaga esensinya. Berikut petikan cerita dari Dahlia, yang dengan UIC-nya ia bangga dan bahkan mampu bersaing dengan mahasiswi seangkatannya yang rata-rata dari kampus besar. Cerita ini lahir sebagai ”curhatan” Dahlia saat mendapatkan kesempatan kuliah S2 di luar negeri. Lets share!

The underdogs, artinya orang-orang yang gak “dianggap” tapi sebenarnya punya potensi yang luar biasa, dan itu ada di setiap orang. Kecuali kita anak konglomerat ato pejabat penting, atau cakep abiss, pasti pernah ya merasakan di posisi “almost invisible” ini.

Mental seseorang itu gak diuji pas dia kuliah ya friends. Pas kuliah siy kita blagu (status mahasiswa gitu loh). Pas lulusnya baru deh mikir.

Pengalaman pribadi. Kejadiannya pas baru lulus kuliah S1 dulu tahun 2000. Dasarnya mahasiswa produk masa reformasi yang merasa jago demo, giliran cari kerjaan susahnya minta ampun. Setelah luntang lantung serabutan semua diambil, ya sales, buka lapak jualan di depan mesjid tiap jum’at (seru!), ngajar, dari ngaji, bahasa Inggris ampe matematik (padahal di sekolah jeblok ya, tapi namanya juga usaha, kalo matematik SD mah bisa lah), ampe jadi asisten di kantor yang kerjanya bikinin kopi ama beliin gorengan buat para bos, muncullah pemikiran gimana caranya harus dapet kerjaan di tempat yang keren (kalo bisa kantornya di kawasan Sudirman/Thamrin) atau mimpin organisasi, cie cie...

Kalo jadi presenter tipvi gak mungkin lah, tampang dan penampilan gak mendukung ;)

Masalahnya baru mau maju nih selalu ada orang komentar "Yang namanya pemimpin harus jelas  dia kuliahnya di kampus mana." Dan ternyata kampus gw gak dihitung kampus calon pemimpin. :(

Dueeeeeeng... Gimana nasib gw???? Gw gak bisa jadi pemimpin masa depan? Pan gw udah mimpin pengajian, gak cukup teruji ya hihihihi...

Palagi pas daftar  S2, udah langsung “dihakimi” sama orang. “Mbak, mbak dulu kuliahnya di UI ya, atau UGM?”

Bete. Emang yang bisa kuliah S2 cuma yang pernah kuliah di universitas top apa..?? huh..

So, kalo lagi duduk2 sama segerombolan anak S2 dan ngomongin soal “asal muasal” nya, pertanyaan standar pasti muncul. “Dulu Kuliah di UI?  UGM? UNPAD? UNDIP?

Kalo kita ngangguk, yang nanya bakal mangut2  Oooo, dari UI (wajar).

Kalo kita geleng2, atau jawab swasta, yang nanya langsung keningnya berkerut (gak wajar nih) hahahaha, trus  nambah tanya lagi: Swastanya mana Trisakti, Untar, Unpar, Atmajaya? halah, cape deeeeh..

Berhubung gw capek geleng2 langsung jawab aja: Ibnu Chaldun, mas, mbak. Dan kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan2  itu kampus lokasinya di mana? cabangnya UIK Bogor atau bukan? Profesornya siapa? Alumninya tokoh siapa? Dan gw pun sukses jelasin tuh kampus ampe rute2nya, hehe.

Ada benernya juga, pemimpin2 saat itu didominasi oleh kalangan UI, zaman Gus Dur lebih banyak UGM. Tapi pemimpin kan banyak dibutuhkan, kalo cuma diharepin dari kampus2 tertentu kapan Indonesia mau maju? Sekarang aja yang itu2 lagi mimpin begini2 aja,  emang perlu alternatif  kantong2 baru buat calon pemimpin saat ini.

Selain mental kita dibentuk di  bangku kuliah UIC-Jakarta, sebenarnya bakat kepemimpinan bisa dilihat dari bagaimana seseorang mengembangkan dirinya, membangun komunitasnya, memberikan pengaruh baik terhadap rekan-rekannya. Kenapa dulu yang jadi Presiden RI pertama Sukarno, yang “cuma”  kuliah di ITB, bukan para meester2 /ahli hukum anak2 priyayi yang sekolah di Belanda, kenapa PM pertama kita Sutan Sjahrir, yang S1 aja cuma sampe semester 3, karena sibuk membangun basis perjuangan di Hindia Belanda. Tentu karena mereka orang-orang yang berbakat melakukan gerakan sosial, memobilisir kekuatan massa dari priyayi sampai jelata untuk melawan Belanda dengan usaha yang nyata. Walau tidak berlatar belakang priyayi atau lulusan luar negeri yang saat itu dianggap paling hebat, mereka bisa jadi pemimpin, karena mereka teruji dan dipercaya.


Nama : Dahlia Umar
Pendidikan : Pesantren Darurrahman

S1 (Univ. Ibnu Chaldun Jakarta Fakultas Agama Islam angkatan 1995)
S2 (Univ. Nottingham angkatan 2004)

Pekerjaan : Sekertaris KPU DKI Jakarta

Bagaimana sob, cukup menarik kan ceritanya? Apapun bisa diwujudkan, apapun bisa terjadi di kampus Universitas Ibnu Chaldun –Jakarta. Yang penting semangat kekeluargaan dan semangat untuk maju. Dan ini semua sudah dibuktikan Dahlia Umar -alumni kampus besar UIC yang kini tampil dengan selogan baru Back to Green Campus, sebagai langkah maju menata kampus yang lebih maju lagi.


Editor: Awan SB
Foto: Dahlia dan Ist

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus