Universitas Ibnu Chaldun

Menciptakan Masyarakat Ilmiah yang Berkualitas

Bagi banyak orang, narapidana adalah sosok yang menyeramkan. Apalagi jika melihat track record kejahatan yang dilakukannya. Tapi bagi ibu Nurlely Darwis, narapidana adalah saudara dan sahabatnya selama berpuluh-puluh tahun bekerja di rumah tahanan. Sebelum akhirnya ibu penyuka karate itu mengabdikan diri di kampus UIC Jakarta sebagai dosen sekaligus Dekan Fakultas Hukum.




Srikandi masa kini patut disematkan untuk perempuan yang satu ini. Pengalaman bekerja yang setiap hari bergesekan dengan pelaku kejahatan,  menjadikan ibu Nurlely Darwis sosok perempuan yang tegas dan sangat mengenal do and don’t terhadap pekerjaannya.

“Saya mendapat gelar S1 (Strata 1) di UIC. Setelah selesai kemudian saya melanjutkan SII (Strata dua) di UI (Universitas Indonesia). Namun bicara pekerjaan, saya lama mengabdi sebagai petugas lapas di berbagai rumah tahanan. Sebelum akhirnya terpanggil untuk mengabdi bagi kejayaaan UIC dengan segala konsekuensi dan tanggung jawab perubahan yang ada di depan mata” jelas Ibu Nurlely, yang bekerja di rumah tahanan dari 1977 hingga 2000.

Gaya bicaranya yang tegas, taktis dan tanpa kompromi sudah menjadi ciri khas perempuan asal Malang, Jawa Timur itu. Bergabung mengajar di kampus hijau UIC sejak tahun 2008. Sejak saat itu pula Ibu Nurlely sudah memberi warna positif bagi kemajuan proses belajar mengajar kampus tertua di Jakarta ini.

Salah satu prestasinya adalah  memprakasai laporan Evaluasi Program Study Berbasis Evaluasi Dini (EPSBED) secara transparan dan jujur. Tentu bukan pekerjaan yang mudah, mengingat pekerjaannya ini berarti melawan sistem yang sudah kadung rusak. Tapi, dengan semangat dan pengalamannya, ia bisa merubah keadaan tersebut hingga saat ini.

Sebelum menjadi Dekan Fakultas Hukum, ia dipercaya menjadi Purek (Pembantu rektor) dua UIC tahun 2008 hingga 2009. Dari sini prestasinya terus meningkat hingga diangkat menjadi orang nomor satu di Fakultas Hukum UIC Jakarta.

“Pencapaian ini merupakan lady point sekaligus amanat untuk memajukan Fakultas Hukum UIC” jelas perempuan pensiunan PNS (Pegawai Negeri Swasta) Direktorat Hukum dan HAM itu dengan tegas.

Di bawah kepemimpinan Ibu Nurlely Darwis, Fakultas Hukum UIC Jakarta terus mengalami kemajuan secara kualitas. Komitmen ini sudah menjadi harga yang tak bisa ditawar bagi misi dan visinya. Untuk itu, penyuka makanan khas urab (gado-gado) itu mengkombinasikan kekuatan yang ada di bawah kepemimpinannya untuk disiplin, berdedikasi tinggi dan loyalitas.

Sedangkan dari sisi belajar mengajar, ibu Nurlely menekankan pentingnya disiplin absensi kehadiran mahasiswa dan disiplin penulisan skripsi berkaitan dengan metodenya. “Saya tidak ingin lulusan hukum UIC menjadi masyarakat ilmiah yang sembarangan. Untuk itu saya memperketat skripsi. Karena dari sini kemampuan ilmiah mahasiswa akan lebih maju dan tertata,” jelasnya.

Lantas, apa sih bu nilai jual dari Fakultas Hukum UIC itu? “Oh banyak sekali. Selain menciptakan calon-calon lawyer yang handal. Positioning pendidikan hukum di UIC adalah pendidikan hukum pidana. Karena hukum pidana lebih banyak dicari masyarakat. Baik untuk menjadi lawyer litigasi (di pengadilan pidana) maupun lawyer corporate. Sehingga lulusan dari sini (UIC-red) banyak dibutuhkan masyarakat” tutup Ibu Nurlely sang mantan Pembina Nara Pidana yang menjadi orang nomor satu di Fakultas Hukum UIC.













Nurlely Darwis, SH (Dekan F.Hukum)

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus