Universitas Ibnu Chaldun

Langkah Kecil Hindari Aliran Sesat

Banyaknya kasus pencucian otak saat ini, tidak terlepas dari semakin kuatnya faham-faham yang mengatasnamakan Islam sesungguhnya di akar kehidupan masyarakat. Semua tentu mengaku benar. Bendera “putih” mengklaim paling bersih, bendera “hijau” mengaku paling damai, bendera “kuning” mengaku paling mulia.  Bahkan pengakuan itu dipertegas dengan jargon-jargonnya yang mengatakan “Di luar golongan ane, semuanya kafir!”. Masya Allah..




Apalagi saat ini, sasaran saudara-saudara kita ”yang mengaku paling benar tersebut”, menjurus kepada mahasiswa-mahasiswa yang pastinya memiliki segudang harapan dan cita-cita yang luas dikemudian hari. Tidak bermaksud menggurui, sekedar share saja. Berikut cara-cara menghindari aliran sesat yang ujung-ujungnya bakal memeras otak, mental, kreatifitas hingga materi yang kita miliki.

Tegas Tapi Sopan

Katakan secara tegas dan sopan jika ada orang yang mengajak kita untuk mengikuti pengajian di rumah-rumah yang tidak kita kenal atau seseorang yang baru saja kita kenal 

Kita Harus Lebih Militan

Juru dakwah aliran yang mengatasnamakan paling sholeh tersebut, memang terlatih mental dan militannya. Sekali-dua kali bahkan tiga kali ditolak, mereka masih akan terus menghubungi kita, agar mau menyisihkan waktu mengikuti pengajian mereka. Oleh karena itu, kita pun harus lebih militan lagi menolaknya dengan berbagai alas an untuk menghindarinya.

Bandingkanlah Dengan A’lim U’lama Lainnya

Jika sangat terpaksa sekali mengikuti pengajian mereka, sesekali hasilnya diskusikanlah dengan tiga atau lebih A’lim U’lama yang sudah kita kenal baik. Tujuannya agar kita dapat perbandingan ilmu yang dijelaskan secara lebih jelas dan sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist.  Sebab pola komunikasi yang sehat itu tidak searah (hanya dengar satu pendapat saja).

Ingat Niat Awal Kuliah!

Ingat tujuan kita kuliah itu untuk apa? Sudah banyak materi hingga korban perasaan orang tua untuk mensukseskan anak-anaknya dengan berkuliah. So, jangan terpancing idealis tertentu yang tidak jelas membawa kita ke lembah perbudakan mental dan pemikiran. Idealis kata-kata tanpa skill yang matang adalah omong kosong!

Terbuka Dengan Orang Tua

Terbukalah dengan orang tua, apa dan bagaimana karakter teman-teman kita. Agar orang tua yang sudah lebih berpengalaman dari pada kita, mampu mengkontrol perkembangan anak-anaknya.

Tips ini tentu jauh dari sempurna, tapi setidaknya bisa menjadi bahan mawasdiri (hati-hati) bergaul dengan orang-orang di sekitar kita. Saran dan masukan tentunya sangat kami harapkan dan semoga materi ini akan ada yang melengkapinya menjadi jauh lebih baik lagi. Akhirnya, semoga kita terhindar dari aliran yang memecah belah kerukunan keluarga hingga masyarakat. Amin

Berita Terbaru

Kirim Pesan Ke Humas

Nama

Email

Pesan

Alamat Kampus

Universitas Ibnu Chaldun - Jl.Pemuda I Kav.97, Rawamangun, Jakarta Timur - 13220, PO Box 1224

Kontak Humas

E-Mail: humas@ibnuchaldun.ac.id
Telp: (021)-4722059, Fax: (021)-4702563
SMS & Call Center: (021) 978 42 123
BBM Humas: 326C475C

Lihat Peta Kampus